Website Resmi MI Baitul Huda

Mengukir Prestasi, Merajut Kenangan: Penuh Haru, MI Baitul Huda Sukses Gelar Pelepasan dan Khotmil Qur’an ke-IX di Gedung Rumdin Wali Kota Semarang

SEMARANG, 24 Mei 2026 – Suasana khidmat, megah, sekaligus dipenuhi rasa haru menyelimuti Gedung Rumah Dinas Wali Kota Semarang pada Minggu hari ini. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitul Huda secara resmi menyelenggarakan agenda akbar tahunannya, yaitu Pelepasan dan Khotmil Qur’an ke-IX. Acara ini menandai momentum penting bagi seluruh siswa-siswi kelas 6 yang telah berhasil menuntaskan masa bakti dan menimba ilmu selama enam tahun penuh di bangku madrasah.

Gedung yang menjadi salah satu ikon di Kota Semarang tersebut tampak dipadati oleh ratusan hadirin yang terdiri dari para wisudawan, orang tua/wali murid, jajaran pengurus yayasan, komite sekolah, serta tamu undangan. Rangkaian acara dirancang sedemikian rupa, memadukan tradisi religius khas madrasah dengan unjuk kreativitas seni modern yang memukau.

Sambutan Hangat dan Pesan Mendalam dari Jajaran Tokoh

Meskipun Kepala MI Baitul Huda, Ibu Nurul Lailis Sa’adah, S.Pd.I., berhalangan hadir secara fisik di tengah-tengah acara karena satu dan lain hal, dedikasi beliau tetap terpancar kuat. Melalui tayangan video sambutan khusus yang diputar di layar utama, beliau menyapa seluruh wisudawan dan wali murid. Dalam pesan digitalnya yang penuh khidmat, beliau menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas capaian para siswa serta menitipkan pesan agar mereka tetap menjaga salat dan akhlak mulia di mana pun mereka melanjutkan sekolah.

Suasana formal berlanjut dengan sambutan kedua yang disampaikan oleh Pengawas Madrasah Kota Semarang, Ibu Noer Chasanah, S.Pd., M.Pd. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi MI Baitul Huda dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter Islami. Sambutan ketiga disusul oleh Ketua Yayasan Baitul Huda, Bapak Maswan, S.Ag., yang menegaskan komitmen yayasan untuk terus mendukung peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan demi masa depan generasi penerus bangsa.

Momen haru mulai merayap masuk ketika perwakilan siswa naik ke atas panggung untuk menyampaikan patah kata perpisahan. Ananda Khayra Lubna, siswi dari Kelas 6B, hadir mewakili seluruh rekan-rekannya untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kesabaran para guru dalam mendidik mereka. Pesan penuh emosional tersebut kemudian dibalas dengan untaian doa dan harapan dari perwakilan adik kelas yang disampaikan oleh Ananda Andika Dzaki dari Kelas 5A, menciptakan dialog perpisahan yang menyentuh hati.

Uji Publik: Dari Khotmil Qur’an hingga Eksplorasi Kitab Kuning

Salah satu inti utama sekaligus ruh dari rangkaian acara ini adalah pembacaan Khotmil Qur’an. Di atas panggung utama, seluruh siswa-siswi kelas 6 melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara serempak dengan suara yang lantang, fasih, dan khusyuk, membuat sebagian besar orang tua yang hadir meneteskan air mata kebahagiaan.

MI Baitul Huda membuktikan bahwa kurikulum yang mereka terapkan berhasil membentuk siswa yang mutafaqqih fiddin (paham agama) sejak dini. Hal ini dibuktikan melalui Demonstrasi Nahwu Shorof. Di hadapan para penguji dan wali murid, para lulusan dengan lancar membacakan Bab Kalam dari Kitab Jurumiyyah—sebuah kitab rujukan dasar tata bahasa Arab—serta mendemonstrasikan kemampuan menasrifkan beberapa wazan shorof dari Fi’il Tsulatsi Mujarrad secara interaktif.

Tak berhenti di situ, kualitas hafalan Al-Qur’an siswa kembali diuji dalam sesi Demonstrasi Tahfidz yang dipandu langsung oleh Ibu Bella. Pada sesi uji publik ini, para hadirin diberikan kesempatan untuk menguji kelancaran dan ketepatan hafalan ayat para siswa secara acak, yang dijawab dengan sangat baik oleh para santri cilik tersebut.

Prosesi Sakral Wisuda, Penyerahan Syahadah, dan Penghargaan Siswa Berprestasi

Puncak dari seluruh rangkaian acara ini adalah prosesi wisuda yang berlangsung khidmat. Prosesi pengalungan medali penghargaan dilakukan secara langsung oleh Bapak Abdul Basyid, Lc., sementara penyerahan tabung ijazah kelulusan diberikan oleh Ketua Yayasan, Bapak Maswan, S.Ag.

Sebagai bentuk legalitas atas kelulusan hafalan Al-Qur’an, dilakukan pula penyerahan Syahadah Tasmi’ yang diserahkan langsung oleh tim guru Tahfidz MI Baitul Huda. Tim penguji dan pengajar yang menyerahkan syahadah tersebut antara lain:

  • Ibu Bella Rahmatul Ulya, S.Pd.

  • Ibu Miftthach Ghaida, S.H.

  • Ibu Khofshotur Richmah, S.Ag.

  • Ibu Nur Fauziah Lathifah

  • Bapak Humam Syaikhul Millah, S.Pd.

Di sela-sela prosesi, madrasah juga memberikan apresiasi khusus kepada dua lulusan terbaik yang berhasil meraih predikat Siswa Berprestasi tahun ini. Penghargaan bergengsi tersebut jatuh kepada:

  1. Ananda Muhammad Azka Alfaeyza (Kelas 6A)

  2. Ananda Aliefa Putri Maharani (Kelas 6B)

Unjuk Bakat Kreatif dan Isak Tangis di Penghujung Acara

Selain prosesi formal keagamaan, panggung Pelepasan ke-IX ini juga menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas seni yang luar biasa dari siswa kelas 6. Penampilan pertama diawali oleh drama musikal adaptif bertajuk “Say No to Bullying” yang membawa pesan sosial sangat kuat tentang pentingnya saling menyayangi antar sesama teman di sekolah. Penampilan kedua disusul oleh musikalisasi puisi yang menyentuh hati berjudul “Ingatlah Hari Ini”, sebuah persembahan manis tentang persahabatan mereka yang akan segera terpisah jarak.

Daya tarik budaya tradisional juga turut ditampilkan dengan memukau lewat penampilan wayang yang diperankan oleh dalang cilik berbakat MI Baitul Huda, Alvaro Azka Aldric. Mengangkat lakon mendalam berjudul “Ora Kabeh Kuat Iku Sejati”, penampilan Alvaro sukses membius penonton dengan kepiawaiannya menggerakkan tokoh wayang dan membawakan pesan moral tentang arti kekuatan yang sesungguhnya.

Puncak emosional dari seluruh acara ini terjadi ketika panitia memutar Video Dokumenter. Layar besar di gedung tersebut menampilkan kilas balik perjalanan, canda, tawa, perjuangan belajar, hingga foto-foto transformasi para siswa selama enam tahun menuntut ilmu di MI Baitul Huda. Ketika video diputar, isak tangis langsung pecah di area duduk siswa kelas 6. Banyak di antara mereka yang saling berpelukan erat, menyadari bahwa hari-hari penuh kebersamaan di madrasah kini telah bertukar menjadi kenangan.

Acara yang berlangsung dengan sukses, lancar, dan penuh kesan mendalam ini akhirnya ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin secara khusyuk oleh Bapak Abdul Basyid, Lc., memohon keberkahan dan kemudahan bagi langkah anak-anak di jenjang pendidikan berikutnya. Setelah seluruh prosesi formal selesai, acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran guru, para lulusan, dan orang tua murid, mengabadikan senyum kebahagiaan yang akan slalu diingat sepanjang masa.